Rumah Idaman
abdalloh | 09 March, 2008
Tidak tahu kenapa, beberapa hari yang lalu, auli senang sekali menggambar tentang rumah idamannya. Yang lucu, meskipun sudah beberapa kali menggambar, tetapi pembagian dari rumah idamannya itu selalu sama yaitu terdiri dari rumah utama, kolam renang, lapangan sepak bola dan rumah makan dengan tempat parkirnya. Setelah cukup lama untuk mendalami behind the scene dari pembagian rumah idaman Auli, akhirnya papahnya auli bisa menemukan alasan yang tepat untuk hal tersebut.Mamahnya auli sangat senang memasak. Berbagai jenis masakan baru yang di baca dari majalah ataupun tabloid sering sekali dipraktekkan. Auli, adiknya dan papahnya adalah para kritikus dari hasil masakan tersebut. Apabila enak kita sepakat bilang enak dan akan segera menghabiskan masakannya, sebaliknya apabila ngga enak kita bilang juga dan sudah tentu masakannya tidak kita makan. Beberapa komentar yang sering keluar dari Auli seperti “masakan mamahku paling enak sedunia”, “enak sekali” atau “sedap sekali”. Kadang-kadang apabila Auli lihat ada masakan yang sepertinya enak di majalah, dia selalu minta mamahnya untuk bikin masakan tersebut. Itulah sebabnya kenapa Auli menggambar rumah makan sebagai bagian dari rumah idamannya. Sebelumnya, Auli pernah bilang “Mamah kan masakannya enak, kenapa ngga buka restoran aja sih ?”.
Papahnya Auli hobi nonton bola tapi tidak suka main bola. Waktu liga Inggris belum di monopoli oleh tv kabel, secara tidak tertulis serumah (di paksa) sepakat bahwa malam sabtu dan malam minggu, TV milik papahnya Auli. Hasilnya, hobi papahnya tersebut dituangkan ke dalam lapangan sepak bola sebagai bagian dari rumah idaman Auli.
Auli dan Azki sangat senang pergi ke kolam renang meskipun mereka belum bisa berenang. Pernah Auli ngomong ke papahnya “kenapa sih rumah kita ngga ada kolam renangnya ?”. Bagaimana mau punya kolam renang, lha wong rumahnya Auli itu rumah minimalis = rumah bener-bener minimal (bukan rumah bergaya minimalis). Obsesi dan hobinya membawa auli berangan-angan punya kolam renang sendiri sebagai bagian dari rumah idamannya.
Terpecahkan sudah kenapa rumah idaman Auli ada restoran, lapangan sepak bola dan kolam renang.
Ternyata anak kecil itu sudah bisa memasukan keluarga sebagai bagian dari imaginasi atau keinginannya. Malulah para orang tua yang masih individualis dalam bermimpi.
Labels: celoteh family
0 Comments:Disclaimer
Isi dari blog ini murni karya cipta Abdalloh sebagai pribadi tidak ada hubungannya dengan tempat dimana dia bekerja. Diperbolehkan untuk mengambil sebagian maupun sebanyak yang diinginkan dari isi blog ini tetapi harap mencantumkan sumbernya.


